Buku
Baru selesai baca buku "Selamat tinggal" judulnya. Pinjem dari perpus soal bosen juga kalau main hp terus, sejujurnya buku Selamat tinggal bukan buku yang membosankan tapi aku tidak merekomendasikan juga.
Kalau kalian tipe yang baca buku berdasarkan genre favorite seperti romance atau horror aku tidak yakin kalian suka. Buku ini lebih berfokus membahas sesuatu "bajakan." contoh : buku, film, dan komik
Buku ini secara langsung di buat oleh Tere Liye untuk menyindir orang-orang yang masih sering menggunakan sesuatu bajakan. Dari buku ini aku belajar banyak hal, ternyata film atau buku yang bajakan itu benar benar mempengaruhi hidup sang pembuat asli. Si pembuat bersusah payah menciptakan suatu karya dengan mudah orang-orang di sekitar mengambil hasil karya nya dan di jual dengan harga yang lebih murah.
Sintong si tokoh utama juga awalnya bekerja di toko buku bajakan milik pamannya. Tidak ada yang bisa dilakukan, kan? kalau dia menolak bagaimana dengan biaya kuliah dan biaya hidup. Paman lah yang menghidupi nya selama ini. Hampir bertahun tahun sintong menjadi mahasiswa abadi yang mengambil jurusan sastra. Sintong bukan orang main main, tulisannya pernah ada di koran. Namun, seiring waktu Sintong tak melanjutkan studi nya, dia lebih sering bermalas malasan karena suatu hal.
Namun ia mulai mendapat dorongan dari gadis bernama Jess, dari situ Sintong berusaha sebisanya untuk kembali mengetik skripsi mengenai Sutan Pane, penulis legendaris yang kematian nya di rahasiakan.
Novel ini akan membawa kita pada perjalanan Sintong menulis skripsinya mengenai Sutan Pane dan keberhasilannya dengan tulisannya yang di cetak di atas lembaran koran lagi sama seperti Sintong 6 tahun lalu.
(9/10)
Komentar
Posting Komentar